- Infundibulum (panjang 9 cm) berbentuk corong yang berfungsi untuk menangkap ovum yang diovulasikan dan tempat terjadinya fertilisasi
- Magnum (panjang 33 cm), pada bagian ini terjadi pembentukan putih telur (albumin)
- Isthmus (panjang 8-10 cm) berfungsi untuk membentuk selaput membran telur bagian dalam dan luar, serta menambahkan sejumlah air ke dalam putih telur
- Uterus atau shell gland yang mempunyai panjang 8 cm sebagai tempat dibentuknya kulit telur (kerabang).
- Vagina merupakan penghubung uterus dengan kloaka dan tidak berperan dalam proses pembentukan telur, memiliki panjang 7-12 cm. Menurut Sturkie (Sturkie,P.D. 1976. Avian Physiology. 3 rd ed. Spangce, Verlag. New York. pp 302 – 330.) melaporkan bahwa antara uterus dan vagina dipisahkan oleh sphincter yang dinamakan Utero Vaginal Junction (UVJ) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan spermatozoa sementara (Sturkie,1976). Inseminasi Buatan(IB) dengan metode deposisi semen intra Uterine, sperma didepositkan pada daerah UVJ.
Jumat, Mei 16, 2014
Mengenal Saluran Telur Induk Ayam (Oviduct)
Faktor-faktor penentu kelahiran kembar pada sapi potong
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelahiran kembar dipengaruhi oleh lokasi, bangsa induk serta jenis kelamin pedet. Paritas berpengaruh secara kuadratik terhadap kelahiran kembar dengan puncak kelahiran kembar pada paritas ke-2 dan 3. Jenis kelamin yang dominan adalah betina 56% dan jantan 28% yang berasal dari sejumlah 64 pedet kelahiran kembar.
Pakan dan nutrien yang dikandungnya tidak dapat berdiri sendiri dalam memicu terjadinya kelahiran kembar, tetapi harus berinteraksi dengan lokasi dan berlaku hanya pada status fisiologis tertentu saja baru dapat memicu terjadinya ovulasi lebih dari satu yang jika pada saat tersebut terjadi pembuahan barulah dapat berakhir dengan kelahiran kembar pada sapi potong.
Diduga sapi PO mengandung gen kelahiran kembar dengan persentase yang lebih besar dari sapi potong umumnya sehingga sebaiknya sapi PO dijadikan prioritas dalam membangun breeding herd sapi kembar di Indonesia.
Sumber: Prosiding Semnas Teknologi Peternakan dan Veteriner Tahun 2011
http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/
Kamis, Mei 15, 2014
Teknik kastrasi pada anak kelinci jantan
Sumber: Balitnak
Rabu, Mei 14, 2014
Mengenal beberapa penyakit ternak yang dapat menular pada manusia
Selasa, Mei 13, 2014
Manfaat lemak terproteksi untuk meningkatkan produksi dan reproduksi ternak ruminansia
Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar yaitu asam lemak sawit sebagai alternatif bahan pakan sumber energi bagi ternak ruminansia.
Lemak terdiri dari beberapa senyawa kimia dan ada tiga faktor yang menentukan sifat lemak. Bila dikonsumsi ternak dan masuk ke dalam rumen, lemak akan mengalami proses hidrolisis dan hidrogenasi. Asam lemak bebas yang tidak jenuh akan meracuni mikroba rumen sehingga secara alami, bakteri di dalam rumen akan menghidrogenasi asam lemak tidak jenuh menjadi asam lemak jenuh.
Proses penyerapan asam lemak akan terjadi di dalam usus. Pemanfaatan lemak dalam pakan ternak ruminansia harus diperhatikan karena bila terlalu tinggi (>5%) dalam pakan, lemak akan mengganggu proses pencernaan di dalam rumen.
Proteksi lemak agar tidak mengganggu fungsi rumen dapat dilakukan dengan beberapa teknologi dan yang paling umum adalah proteksi lemak dengan membuat garam kalsium. Kalsium asam lemak berfungsi sebagai sumber energi bagi sapi yang baru melahirkan dan laktasi sehingga kebutuhan energi yang tinggi tersebut dapat terpenuhi. Kalsium asam lemak dapat meningkatkan produksi susu, memperbaiki reproduksi dan meningkatkan kebuntingan.
Potensi kalsium asam lemak sawit di Indonesia sangat besar dan dapat diproduksi dengan skala industri karena melimpahnya minyak sawit di Indonesia.
sumber: WARTAZOA Vol. 23 No. 4 Th. 2013
http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/
Senin, Mei 12, 2014
Dukungan Alsintan Terhadap Pengembangan Pembibitan Ternak
Sumber : Prosiding Workshop Nasional Perbibitan Kerbau 2012
Jumat, Mei 09, 2014
Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012
|
||||||||
|
Abubakar dan E. Handiwirawan Kebijakan Perbibitan Kerbau Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 BPTP-Sumbar |
||||||||
|
Chalid Talib dan M. Naim Grand Design Perbibitan Kerbau Nasional Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Bess Tiesnamurti, C. Talib dan E. Handiwirawan Dukungan Teknologi dalam Pelaksanaan Pembibitan Kerbau Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Yulizar dan Kuswandi Kebijakan dan Program Pengembangan Pakan Ruminansia Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
B. Santosa dan Kuswandi Dukungan Alsintan terhadap Pengembangan Pembibitan Ternak Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Rasali Hakim Matondang, E. Handiwirawan dan T. E. Lubis Perkembangan Program Pembibitan Kerbau di Sumatera Utara Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
E. Romjali, Edwardi dan S. Rusdiana Peluang dan Potensi Usaha Ternak Kerbau di Sumatera Barat Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Hasanatun Hasinah, E. Romjalu dan A. M. Tauchid Pengembangan Integrasi Ternak Kerbau dengan Kelapa Sawit di Provinsi Banten Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Anneke Anggraeni, C. Sofyadi, I. Sanloso, N. Setyawan dan Sutrisno Perbibitan Kerbau dalam Mendukung Swasembada Daging Sapi dan Kerbau di Pulau Jawa Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Rasali Hakim Matondang dan R. Limbong Perkembangan Pembibitan Ternak Kerbau di Kabupaten Tana Toraja Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Yunus D. Wulang dan C. Talib Evaluasi Pengembangan Pembibitan Kerbau di Kabupaten Sumba Timur Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Rasali Hakim Matondang, A. Hasyim dan B. Tiesnamurti Perkembangan Program Pembibitan Kerbau di Kabupaten Simeulue Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Hasanatun Hasinah, B. Tiesnamurti dan J. Pardosi Perkembangan Program Pembibitan Kerbau di Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara Seminar dan Lokakarya Nasional Perbibitan Kerbau 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
Kamis, Mei 08, 2014
Bagaimakah ayam mencerna makanannya ?
Pernahkah
kita membayangkan bagaimana makanan yang kita berikan bisa dicerna oleh
alat pencernaan ayam, apakah jenis makanan yang kita berikan cocok
dengan alat pencernaan ayam kita, atau bisa jadi selama ini kita hanya
buang-buang uang untuk makanan yang kita beli dan tidak murah pula
harganya, padahal ayam kita tidak bisa mencernanya dengan baik karena
makanan yang kita berikan sebenarnya tidak cocok dengan model alat
pencernaan ayam kita.
Setiap
jenis hewan memiliki model alat pencernaan yang berbeda.Katakanlah
untuk jenis ruminansia seperti kambing, sapi, kerbau, dan sejenisnya,
alat pencernaan mereka lebih rumit. Sedang untuk jenis unggas alat
pencernaannya relative lebih sederhana.
Pada
dasarnya proses pencernaan adalah proses penguraian bahan makanan
menjadi zat-zat makanan dalam saluran pencernaan agar dapat diserap dan
digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Didalamnya terjadi proses yang
bersifat mekanis dan kimiawi, dan berjalannya proses ini sangat
dipengaruhi oleh banyak factor.
Kalau
kita lihat cara unggas mengambil makanannya, mereka mengambil makanan
dengan paruhnya dan menelannya begitu saja, tidak ada proses
penghancuran terlebih dahulu. Makanan tersebut kemudian disimpan di
dalam tembolok untuk dilunakkan. Proses pelunakan ini dibantu oleh getah
pencernaan yang ada di proventrikulus (saluran sebelum ampela).
Penggilingan
baru dilakukan di dalam ampela, tidak ada enzim pencernaan yang
dikeluarkan oleh ampela, jadi proses yang berlangsung di sini hanya
proses mekanis untuk memperkecil partikel-partikel makanan.
Rabu, Mei 07, 2014
Teknologi alat pemerah susu kompatibel dengan cooling unit kapasitas 50 liter
| Add caption |
Mesin ini dapat dikembangkan di peternak komunal, atau koperasi sehingga dapat meningkatkan harga susu di tingkat peternak.
Spesifikasi Mesin :
- Dimensi Keseluruhan (2.000x1.400x1.500) mm
- Dimensi Alat Mesin Pemerah Susu (1.200x750x1.100) mm
- Tenaga Penggerak Satu unit generator dengan bahan bakar bensin berkapasitas 2.800 watt dan digunakan untuk mensuplai unit pendingin 750 watt dan unit alat pemerah susu 750 watt
- Kapasitas alat pemerah susu 2,9 liter/menit
- Kapasitas tangki pendingin 50 liter susu
- Susu air pendingin 20C
- Penurunan suhu susu di dalam pendingin 150C/jam
- Konsumsi bahan bakar 1 liter/jam
Selasa, Mei 06, 2014
Pembentukan Kampung Ternak Domba sebagai Upaya Mendekatkan Teknologi Peternakan kepada Masyarakat
| Add caption |
Sumber: Wartazoa Vol. 23 No.3 Tahun 2013
Senin, Mei 05, 2014
Peneliti dari University of Georgia Kembangkan Sistem Penerjemah Bahasa Hewan Ternak
| Add caption |
Sistim penterjemah ini nantinya dihubungkan ke sebuah
sistim lainnya sehingga sistim ini bisa berinteraksi dengan sistim
utama. Jika sistem mendeteksi adanya “permintaan” dari ayam-ayam untuk
menurunkan suhu, maka sistem akan secara otomatis menyalakan mesin
pendingin.
Tujuan utama dari diadakannya sistem penerjemah bahasa
binatang ternak ini tentu saja agar ayam-ayam jadi lebih sehat dan
pertumbuhannya jadi lebih cepat.
sumber: http://www.beritateknologi.com
Minggu, Mei 04, 2014
Tanaman Obat Efektif Tanggulangi Koksidiosis Ayam
Peningkatan sekresi sitokin membuka
peluang baru didalam penanggulangan berbagai macam penyakit termasuk
infeksi parasit. Tanaman obat seperti Sambiloto dapat meningkatkan sel
fagositosis dan limfosik, sehingga dapat mengobati coccidia dan dapat
menjadi koksidiostat (sulfaquinoxalin). Tanaman obat tersebut
sebenarnya juga dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan
penyakit pada hewan.
Sabtu, Mei 03, 2014
Pakan Limbah Pengganti Dedak
Uji coba pemberian TLOP sudah dilakukan pada 160 itik petelur untuk substitusi dedak hingga 30% sebagai campuran nasi kering, tepung roti, tepung kapur dan premix, juga cangkang udang. Pakan campuran diberikan dalam bentuk basah dengan jalan penambahan air secukupnya, agar itik mudah memakannya dan untuk menjaga agar pakan tidak tertiup angin. Hasilnya menunjukkan bahwa rataan produksi telur harian pada kelompok itik yang diberi ransum hingga 30% menggantikan dedak adalah paling tinggi, yaitu sebesar 80,5%. Penggunaan TLOP di dalam ransum itik untuk menggantikan dedak padi hingga 30% tidak mengakibatkan penurunan produksi telur itik maupun kualitasnya.
Sumber: BPTP Jakarta
http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/
Kamis, Mei 01, 2014
Warta zoa : Volume : 23 Nomor : 4 TAHUN : 2013
|
||||||||
|
Bambang R Prawiradiputra dan Muharsini S Tanaman Pakan dan Bahan Pakan Transgenik di Indonesia: Peluang dan Kendala Pengembangannya Buletin Ilmu Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia 2013 Volume : 23 Nomor : 4 Puslitbang Peternakan DOI:10.14334/wartazoa.v23i4.1006 |
||||||||
|
Tjeppy D Soedjana Partisipasi Konsumsi sebagai Alat Ukur Status Ketahanan Pangan Daging Buletin Ilmu Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia 2013 Volume : 23 Nomor : 4 Puslitbang Peternakan DOI:10.14334/wartazoa.v23i4.1007 |
||||||||
|
Elizabeth Wina dan Susana IWR Manfaat Lemak Terproteksi untuk Meningkatkan Produksi dan Reproduksi Ternak Ruminansia Buletin Ilmu Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia 2013 Volume : 23 Nomor : 4 Puslitbang Peternakan DOI:10.14334/wartazoa.v23i4.1008 |
||||||||
|
Hamed A Mohammed, Eid AAM dan El-Bakrey RMM A Review of Rabbit Diseases in Egypt Buletin Ilmu Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia 2013 Volume : 23 Nomor : 4 Puslitbang Peternakan DOI:10.14334/wartazoa.v23i4.1009 |
||||||||
|
Thierry Gidenne Dietary Fibres: Their Analysis in Animal Feeding, and Their Role in Rabbit Nutrition and Health Buletin Ilmu Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia 2013 Volume : 23 Nomor : 4 Puslitbang Peternakan DOI:10.14334/wartazoa.v23i4.1010 |
||||||||





