Kandang Kelompok

Kandang Kelompok ”Model Grati” merupakan model perkandangan yang dirancang dengan memperhatikan dalam satu ruang kandang ditempatkan beberapa ekor sapi induk/calon induk.

Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian)

Bobot badan : 1.200 -1.600 gram, Bobot telur : 35-45 gram, Umur pertama bertelur lebih awal (20 - 22 minggu),Produktivitas telur lebih tinggi (130 -160 butir/ekor/tahun, Produksi telur (henday) : 50 %, Puncak produksi telur : 65 %,Lebih tahan terhadap penyakit

Selasa, Agustus 27, 2013

Kambing Boerka Mulai Menjelajah Indonesia

Boerka, persilangan antara Boer dengan Kacang mulai menjelajah ke berbagai penjuru di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam upaya memperbaiki performa kambing di Indonesia dari sisi bobot lahir, laju pertumbuhan, bobot maksimum dan kualitas daging yang dihasilkan. Loka Kambing Potong Sei Putih telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, pemerintah, swasta maupun kelompok tani di berbagai pelosok Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang peternakan kambing yang dianggap potensial untuk berkembang di daerahnya.
Data pengiriman yang sudah dilakukan Loka Penelitian Kambing Potong 2012:
Tanggal
Yang menerima Instansi Lokasi Jlh (Ekor)
6-Oct-09
BPTP BPTP Riau Riau
2
17-Nov-09
Peternak Kelompok Tani Kuala Simpang, Aceh
6
12-Jul-10
Peternak Swasta Singkil, Banda Aceh
2
26-Jul-10
Peternak Peternak Simalungaun
1
15-Nov-10
Dinas Peternakan Dinas Peternakan Disnak Tk.I, Sumut
2
30-Apr-10
Rumpa Sitepu Kelompok Tani Suka Nalu, Karo
3
-      2010
Iman BAPPEDA Serdang Bedagai
10
4-May-12
Dinas Peternakan Dinas Peternakan Batubara
6
23-Jun-11
Peternak Dinas Peternakan Kalimantan Timur
5
17-Jun-12
Peternak Kelompok Tani Aceh Singkil
3
1-May-12
Kelompok Tani Kelompok Tani Desa Melati, Serdang Bedagai
15
26-Apr-12
Amri Kelompok Tani Tinggi Raja, Asahan
2
10-Sep-12
Kelompok Tani Kelompok Tani Batubara
5
13-Nov-12
Sinulingga Swasta Desa Merdeka
3
10-Sep-12
Fera Peternak Solok, Sumatera Barat
2
9-Oct-12
Kelompok Tani Dinas Peternakan Melaboh, Aceh Barat
6
10-Sep-12
Peternak Kelompok Tani Aceh
5
26-Mar-12
Dinas Peternakan Dinas peternakan Bengkayang, Kalimantan
5
31-Mar-12
Dedi Andriadi Dinas Peternakan Kalimantan Barat
5
Diharapkan Boerka yang telah menyebar ini dapat berkembang biak dengan kambing lokal di daerahnya masing-masing untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik yang pada akhirnya meningkatkan konstribusi ketersediaan daging secara nasional.
Sumber: Loka Penelitian Kambing Potong

Senin, Agustus 26, 2013

Energi bersih bio-gas: solusi konflik peningkatan populasi ternak dengan pencemaran lingkungan


Upaya peningkatan produksi ternak dikhawatirkan dapat mengorbankan kebersihan dan kesehatan lingkungan, karena pencemaran limbah padat (feses) dan cair (urine) ternak. Dalam kontek yang lebih luas, feses dan urine berpotensi membantu meningkatkan pemanasan global (efek rumah kaca). Namun bila dikelola dengan baik, limbah ternak dapat menghasilkan bio-gas dan pupuk organik yang sangat bermanfaat.
Bio-gas dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif terbarukan, sedangkan pupuk organik bermanfaat sebagai pembenah lahan pertanian. Ketersediaan energi alternatif terbarukan secara in-situ di pedesaan dapat mengurangi pemakaian kayu bakar, sehingga penebangan pohon dapat ditekan. Setiap petani yang memiliki 2 – 3 ekor ternak dan instalasi bio-gas dengan kapasitas digester 10 m3 dapat menghasilkan 3 – 4 m3 bio-gas per hari. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi harian rumah tangga petani.
Bagi peternakan skala menengah-besar, disamping untuk memenuhi kebutuhan energi sendiri, dengan dukungan teknologi yang lebih modern, gas methan (CH4) murni yang dihasilkan dapat digunakan untuk tujuan penggunaan yang lebih luas.Produksi bio-gas secara luas dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan, dan sumber energi terbarukan secara in-situ yang ramah lingkungan.
Sumber: Policy Brief - FKPR Badan Litbang Pertanian

Jumat, Agustus 23, 2013

Peningkatan Produktivitas Kelinci Rex, Satin dan Persilangannya melalui Seleksi


Kelinci asli yang ada di Indonesia adalah Nesolagus netscheri (kelinci Kerinci) yang berasal dari Sumatera. Sementara itu, ternak kelinci yang telah cukup lama dikenal oleh peternak dan telah beradaptasi dengan lingkungan tropis Indonesia adalah kelinci-kelinci impor dari berbagai negara di Eropa dan Amerika. Adaptasi di daerah tropis menyebabkan perubahan kinerja biologis pada ternak-ternak tersebut yang sangat berbeda dengan kinerja rumpun murni di negara asalnya.
Pertumbuhan penduduk yang pesat pada abad ini menimbulkan konsekuensi meningkatnya kebutuhan pangan termasuk daging, penyediaan lapangan kerja dan tingkat pendapatan yang memadai bagi penduduk terutama di perdesaan, yang pada umumnya sangat rawan terhadap ketiga hal tersebut.Kelinci menjadi salah satu alternatif karena kemampuan biologisnya untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat pada kondisi pemeliharaan yang marjinal maupun intensif, merupakan usaha yang menguntungkan baik untuk ternak hias, pedaging maupun bibit, dengan kondisi demand lebih tinggi dari supply, dan merupakan sumber pendapatan baru bagi peternak di perdesaan dan perkotaan dan tumbuhnya simpul-simpul usaha pendukung (pakan, kandang, asesori pet).

Kamis, Agustus 22, 2013

Kembang telang (clitoria ternatea) memiliki nilai nutrisi tinggi sebagai tanaman pakan

Peningkatan pembangunan daerah akan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke non pertanian. Hal tersebut akan berpengaruh pula terhadap luasan lahan yang dapat dibudidayakan untuk tanaman pakan. Di lain pihak luasan lahan kritis semakin meningkat yang disebabkan terutama oleh pemanfaatan lahan yang tidak menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menanam tanaman pakan yang mampu berperan ganda seperti sebagai perlindungan biodiversitas, tanaman pakan, cover crop, tanaman obat, dan tanaman hias. Berbagai jenis tanaman pakan terutama dari keluarga leguminosa dapat dikembangkan untuk memenuhi persyaratan tersebut, salah satunya adalah tanaman Kembang Telang (Clitoria ternatea). Potensi C. Ternatea sebagai tanaman pakan sangat baik karena selain memiliki nilai nutrisi yang tinggi juga sangat palatabel bagi ternak. Persistensi C. ternatea sangat tinggi terhadap perubahan musim, kondisi lahan, dan sangat cocok berasosiasi dengan tanaman.

Perkembangan budidaya tanaman C. ternatea sangat tergantung kepada pemahaman masyarakat petani peternak akan pembudidayaan tanaman yang memiliki fungsi produksi untuk tanaman pakan dan sekaligus mampu berfungsi sebagai upaya menjaga kelestarian alam. Hingga saat ini belum banyak penelitian yang dilakukan untuk pengembangan C. ternatea.

Untuk mengetahui potensi C. ternatea sebagai tanaman pakan dan sebagai tanaman penutup tanah (cover crop).  Dari hasil penelitian bahwa kembang telang (C. ternatea) memiliki potensi besar sebagai tanaman pakan yang memiliki nilai nutrisi  tinggi , penutup  tanah (cover crop) yang baik, dan kembang telang lokal memberikan hasil hijauan pakan yang lebih baik dibandingkan dengan C. ternatea cv. Milgarra dan Siratro

Rabu, Agustus 21, 2013

Bank pakan, era terkini usaha sapi potong komersial yang efisien

Salah satu variabel biaya produksi usaha peternakan yang kontribusinya sangat besar adalah penyediaan pakan ternak. Porsi pakan terhadap biaya produksi berkisar 60-70% dari total biaya produksi.
Agar usaha peternakan menguntungkan maka pakannya harus efisien. Satu-satunya cara efisiensi pakan dengan biaya murah adalah konsep bank pakan.
Beberapa keunggulan bank pakan diantaranya:
  1. mampu menyediakan bahan pakan secara continue sepanjang tahun dengan harga murah.
  2. Menjamin tidak terjadi fluktrasi harga bahan pakan mencolok.
  3. Menyerap stok bahan pakan pada saat musim panen atau harga murah untuk kebutuhan pakan sampai musim panen berikutnya.
  4. Kualitas ransum stabil sepanjang waktu karena ragam bahan pakan yang digunakan tersedia.
Adapun beberapa jurus yang harus dilakukan pada bank pakan yaitu:
  1. Pembelian bahan pakan pada saat panen raya dan harga murah untuk mencukupi kebutuhan sampai periode panen berikutnya
  2. Gudang penyimpanan dan tehnik menyimpan dengan benar, dengan mempertimbangkan standart kualitas.
  3. Bahan baku yang berkadar air diatas 17% disimpan tersendirinya pada ruangan yang sirkulasi udara dan ventilasinya baik.
  4. Pada waktu harga mahal, penjualan bahan baku yang persediaannya lebih bisa dijual untuk menambah keuntungan.
Keuntungan financial bank pakan pada usaha komersial sapi potong sebagai berikut:
Saat ini harga pakan (konsentrat) sapi potong komersial Rp 1500/kg hingga 1800/kg. Dengan konsep bank pakan, biaya pembuatan pakan komersial dengan standart yang sama hanya Rp 1200/kg. Efisien biaya pakan minimal Rp 300/kg adalah pendapatan baru bagi usaha sapi potong tersebut.
Peternak dengan skala pemeliharaan 100 ekor. Maka kebutuhan pakan satu bulan sekitar 25.000kg, rata-rata konsumsi pakan 8kg/ekor. Dengan demikian penadapatan baru dari bank pakan untuk efisiensi pakan sebesar Rp 7.500.000 per bulan. Nilai tersebut masih berpeluang bertambah manakala ada usaha trading bahan baku saat harga naik dan persediaan lebih dari cukup.
Sumber : Lolit Sapi Potong

Selasa, Agustus 20, 2013

Kinerja investasi pembibitan menuju kemandirian usaha unggas lokal


Produk ayam dan itik lokal merupakan salah satu prioritas sumber pasokan daging yang 'emerging' dapat diandalkan setelah upaya pencapaian swasembada daging sapi tahun 2014. Di sisi lain, perkembangan permintaan daging ayam dan itik lokal diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan upaya pemenuhan kebutuhan daging bagi masyarakat.
Sudah saatnya perlu untuk dikembangkan usaha pembibitan ayam dan itik lokal secara massive untuk menjamin kecukupan produksi bibit day old chick (DOC) dan day old duck (DOD) sesuai dengan permintaan pelaku usaha. Saat ini, sangat sedikit atau hampir tidak ada perusahaan swasta yang bergerak di bidang pembibitan ayam dan itik lokal secara komersial. Jika ada, skala usaha masih relatif kecil, sehingga jumlah DOC dan DOD yang dihasilkan belum mampu memenuhi permintaan pasar. Hal yang sama juga terjadi pada kelompok-kelompok peternak unggas lokal yang mengusahakan pembibitan, namun masih sangat beragam kualitas bibit yang dihasilkan dan distribusi pasar yang masih bersifat lokal maupun regional.
Sehubungan dengan hal tersebut Puslitbang Peternakan telah menyelenggarakan roundtable discussion yang bertemakan 'Kinerja Investasi Pembibitan Menuju Kemandirian Usaha Unggas Lokal'. Diskusi ini melibatkan para pakar, praktisi dan pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah serta stakeholder terkait di bidang usaha unggas lokal. Hasil-hasil diskusi tersebut dirangkum dalam booklet  agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait dengan saran dan rekomendasi tindak lanjutnya yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak.
Informasi lebih lanjut......