Rabu, Agustus 14, 2013
Kamis, Juli 25, 2013
Mutiara Ramadhan: Menggapai tingkatan puasa paling tinggi dan sempurna
Imam Abu Hamid al-Ghazali (wafat tahun 505 H) dalam kitabnya Ihya’ Ulum ad-Din menguraikan dengan jelas dan bagus rahasia-rahasia puasa yang bersifat batiniah, yang akan mengantarkan orang yang berpuasa menuju tingkatan puasa yang paling tinggi dan sempurna.
Ulama besar madzhab Syafi’i dan rektor Universitas Nizhamiyah kota Naisabur itu berkata:
Beliau kemudian menguraikan masing-masing tingkatan tersebut.
Maksudnya, puasa umum atau puasa orang-orang awam adalah “sekedar” mengerjakan puasa menurut tata cara yang diatur dalam hukum fiqih. Seseorang makan sahur dan berniat untuk puasa pada hari itu, lalu menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan badan dengan suami atau istrinya sejak dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Jika hal itu telah dikerjakan, maka secara hukum fiqih ia telah mengerjakan kewajiban shaum Ramadhan. Puasanya telah sah secara lahiriah menurut tinjauan ilmu fikih.
Tingkatan ini lebih tinggi dari tingkatan puasa umum atau puasa orang-orang awam. Selain menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan seksual, tingkatan ini menuntut orang yang berpuasa untuk menahan seluruh anggota badannya dari dosa-dosa, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Tingkatan ini menuntut seorang muslim untuk senantiasa berhati-hati dan waspada.
Ia akan menahan matanya dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan telinganya dari mendengarkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan lisannya dari mengucapkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan tangannya dari melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan kakinya dari melangkah menuju hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan seluruh anggota badannya yang lain ia jaga agar tidak terjatuh dalam tindakan maksiat.
Tingkatan puasa ini adalah tingkatan orang-orang shalih.
Ulama besar madzhab Syafi’i dan rektor Universitas Nizhamiyah kota Naisabur itu berkata:
اعْلَمْ أَنَّ الصَّوْمَ ثَلَاثُ دَرَجَاتٍ: صَوْمُ الْعُمُومِ، وَصَوْمُ الْخُصُوصِ، وَصَوْمُ خُصُوصِ الْخُصُوصِ.
“Ketahuilah sesungguhnya shaum (puasa) itu ada tiga tingkatan; puasa umum, puasa khusus, dan puasa sangat khusus.” (Imam Abu Hamid al-Ghazali, Ihya’ Ulum ad-Dien, 1/234)Beliau kemudian menguraikan masing-masing tingkatan tersebut.
Pertama, Puasa umum
أَمَّا صَوْمُ الْعُمُومِ: فَهُوَ كَفُّ الْبَطْنِ وَالْفَرْجِ عَنْ قَضَاءِ الشَّهْوَةِ
“Puasa umum adalah menahan petur dan kemaluan dari menunaikan syahwat.”Maksudnya, puasa umum atau puasa orang-orang awam adalah “sekedar” mengerjakan puasa menurut tata cara yang diatur dalam hukum fiqih. Seseorang makan sahur dan berniat untuk puasa pada hari itu, lalu menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan badan dengan suami atau istrinya sejak dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Jika hal itu telah dikerjakan, maka secara hukum fiqih ia telah mengerjakan kewajiban shaum Ramadhan. Puasanya telah sah secara lahiriah menurut tinjauan ilmu fikih.
Kedua, puasa khusus
وَأَمَّا صَوْمُ الْخُصُوصِ فَهُوَ كَفُّ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ وَاللِّسَانِ وَالْيَدِ وَالرِّجْلِ وَسَائِرِ الْجَوَارِحِ عَنِ الْآثَامِ
“Puasa khusus adalah menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota badan dari perbuatan-perbuatan dosa.”Tingkatan ini lebih tinggi dari tingkatan puasa umum atau puasa orang-orang awam. Selain menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan seksual, tingkatan ini menuntut orang yang berpuasa untuk menahan seluruh anggota badannya dari dosa-dosa, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Tingkatan ini menuntut seorang muslim untuk senantiasa berhati-hati dan waspada.
Ia akan menahan matanya dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan telinganya dari mendengarkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan lisannya dari mengucapkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan tangannya dari melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ia akan menahan kakinya dari melangkah menuju hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan seluruh anggota badannya yang lain ia jaga agar tidak terjatuh dalam tindakan maksiat.
Tingkatan puasa ini adalah tingkatan orang-orang shalih.
Kamis, Juli 18, 2013
Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012
|
Haryono, B. Tiesnamurti dan C. Hidayat Prospek Usaha Ayam Lokal Mengisi Pangsa Pasar Nasional Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Desianto B. Utomo dan L.H. Prasetyo Dukungan Industri Pakan dan Peran Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia dalam Pengembangan Unggas Lokal Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Tike Sartika Ketersediaan Sumberdaya Genetik Ayam Lokal dan Strategi Pengembangannya untuk Pembentukan Parent dan Grand Parent Stock Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Edjeng Suprijatna, D. Sunarti, U. Atmomarsono dan W. Sarengat Kesiapan Bahan Pakan dalam Mendukung Pengembangan Unggas Lokal Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
I Wayan Teguh Wibawan Strategi Pengendalian Penyakit Utama pada Ayam Kampung Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Kusmayadi Kebijakan Daerah dalam Mendukung Pengembangan Unggas Lokal di Jawa Barat Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Saptana Kelembagaan Kemitraan Usaha dalam Mendukung Agribisnis Unggas Lokal yang Berkelanjutan Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Ardi Wisuku Adisoeroso Profil Usaha Pembibitan Itik Lokal di Kediri, Jawa Timur Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
I G.M. Budiarsana dan C. Hidayat Model Kemitraan dan Dukungan Teknologi pada Agribisnis Peternakan Ayam Lokal Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Roosganda Elizabeth dan S. Rusdiana Motivasi Petani dalam Pemeliharaan Usaha Ternak Ayam Kampung di Pedesaan Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Eli Sahara, M.L. Sari dan N. Nuzulistyaningsih Penambahan Grit Kerang dan Pembatasan Pemberian Pakan terhadap Kualitas Kerabang Telur Ayam Arab (Silver Brakel Kriel) Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Sari Yanti Hayanti dan M. Purba Potensi Budidaya Ayam Kampung secara Intensif dan Ramah Lingkungan di Provinsi Jambi Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Tatan Kostaman, S. Sopiyana dan A.R. Setioko Teknik Pengembangan Primordial Germ Cell Ayam Lokal Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Roosganda Elizabeth dan S. Rusdiana Perbaikan Manajemen Usaha Ayam Kampung sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Keluarga Petani di Pedesaan Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Hasnelly Zainal, T. Sartika, D. Zainuddin dan Komarudin Persilangan pada Ayam Lokal (KUB, Sentul, Gaok) untuk Meningkatkan Produksi Daging Unggas Nasional Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Andi Febrisiantosa, L. Istiqomah, A. Sofyan, E. Damayanti, H. Herdian, H. Julendra dan M. Angwar Persentase Karkas, Kandungan Lemak dan Kolesterol Daging Ayam dengan Pemberian Aditif Pakan Mengandung Bakteri Asam Laktat dan Tepung Ganoderma lucidum Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Sri Nastiti Jarmani Pemberdayaan Perempuan Pedesaan dalam Pengembangan Budidaya Ayam Kampung Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Puger A.W., I.M. Mastika, I.K.M. Budiasa dan I.G.L. Oka Performans Produksi dan Penampilan Anak Ayam dari Lima Tipe Warna Bulu Induk Ayam Kampung Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Jein Rinny Leke, M. Najoan dan O. Sjofjan Nilai Kecernaan Zat-zat Gizi Limbah Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) pada Ayam Kampung Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Triana Susanti, S. Sopiyana, L.H. Prasetyo, R.R. Noor dan P.S. Hardjosworo Pertumbuhan Starter dan Grower Itik Hasil Persilangan Resiprokal Alabio dan Peking Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||
|
Procula R. Matitaputty dan T. Susanti Inovasi Teknologi Aplikatif dalam Mengurangi Off-Odor Daging Itik Prosiding Workshop Nasional Unggas Lokal 2012 Puslitbang Peternakan |
||||||||





