Kandang Kelompok

Kandang Kelompok ”Model Grati” merupakan model perkandangan yang dirancang dengan memperhatikan dalam satu ruang kandang ditempatkan beberapa ekor sapi induk/calon induk.

Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian)

Bobot badan : 1.200 -1.600 gram, Bobot telur : 35-45 gram, Umur pertama bertelur lebih awal (20 - 22 minggu),Produktivitas telur lebih tinggi (130 -160 butir/ekor/tahun, Produksi telur (henday) : 50 %, Puncak produksi telur : 65 %,Lebih tahan terhadap penyakit

Senin, April 28, 2014

Pengambilan cairan rumen dengan sangat mudah, murah dan cepat pada domba lokal menggunakan trokar


Trokar, yang merupakan suatu alat penusuk rumen untuk mengeluarkan gas pada ternak yang mengalami kembung perut, telah dimodifikasi untuk pengambilan cairan rumen demi kepentingan penelitian, sebagai suatu metode alternatif yang memperhatikan aspek kesejahteraan ternak. Pengambilan cairan rumen dengan modifikasi trokar ini dapat dilakukan dengan sangat mudah, murah dan cepat pada domba lokal, pada pengujian in vitro maupun in vivo. Setelah pengambilan, tidak meninggalkan luka permanen, karena luka pada dinding rumen dan kulit akan sembuh, ternak relatif tidak mengalami kesakitan dan stres yang hebat, konsumsi pakan dan bobot badan tidak menurun drastis dan dapat hidup normal. Teknik pengambilan cairan rumen dengan ditrokar lebih baik dibandingkan dengan fistulasi, bila ditinjau dari aspek kesejahteraan ternak.
sumber: Wartazoa Vol. 22 Nomor 4 Tahun 2012

Sabtu, April 26, 2014

Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Volume 19 Nomor 1 TAHUN 2014


Fanindi A, Sutedi E
Karakter morfologi rumput Benggala (Panicum maximum cv Gatton) yang ditanam menggunakan jenis benih berbeda
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.988
 [PDF]         [Record Detail]

6

Khotijah L, Zulihar R, Setiadi MA, Wiryawan KG, Astuti DA
Suplementasi minyak bunga Matahari (Helianthus annuus) pada ransum pra kawin terhadap konsumsi nutrien, penampilan dan karakteristik estrus domba Garut
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.989
 [PDF]         [Record Detail]

4

Kostaman T, Yusuf TL Fahrudin M, Setiadi MA, Setioko AR
Pembentukan Germline Chimera ayam Gaok menggunakan Primordial Germ Cell sirkulasi segar dan beku
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.990
 [PDF]         [Record Detail]

4

Mirdhayati I, Hermanianto J, Wijaya CH, Sajuthi D
Profil karkas dan karakteristik kimia daging kambing Kacang (Capra aegragus hircus) jantan
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.991
 [PDF]         [Record Detail]

3

Nury HS, Anggraeni A
Polimorfisme genetik gen β-laktoglobulin pada sapi Friesian Holstein
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.992
 [PDF]         [Record Detail]

3

Wardhana AH, Diana N
Aktivitas biolarvasidal ekstrak metanol daun Kipahit (Tithonia diversifolia) terhadap larva lalat Chrysomya bezziana
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.993
 [PDF]         [Record Detail]

5

Damayanti R, Rahmadani I, Fitria Y
Deteksi antigen virus rabies pada preparat ulas otak dengan direct Rapid Immunohistochemistry Test
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.994
 [PDF]         [Record Detail]

3

Indriani R, Dharmayanti NLPI, Adjid RMA
Efikasi penerapan vaksin AI H5N1 clade 2.1.3 pada itik Mojosari terhadap tantangan virus AI H5N1 clade 2.3.2 pada kondisi laboratorium
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.995
 [PDF]         [Record Detail]

3

Muharsini S, Wardhana AH
Efikasi formula mikro-enkapsulasi isolat lokal B. thuringiensis sebagai bio-insektisida terhadap penanggulangan larva Chrysomya bezziana penyebab myiasis
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.996
 [PDF]         [Record Detail]

3

Widiastuti R, Anastasia Y
Detection of chloramphenicol residue in bovine meat using Liquid Chromatography Mass Spectrometry
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner  2014   Volume : 19 Nomor : 1  Puslitbang Peternakan
DOI:10.14334/jitv.v19i1.997
 [PDF]         [Record Detail]

Jumat, April 25, 2014

Potensi bakteriosin untuk kesehatan hewan dan keamanan bahan pangan


Bakteriosin secara luas telah dipelajari dan diusulkan sebagai alternatif potensial antibiotik konvensional dalam peternakan. Bakteriosin adalah peptidaantimi kroba yang disintesis secara ribosoma oleh banyak spesies bakteri dan beberapa strain Archaea. Pada umumnya bakteriosin menunjukkan aktivitas bakterisidal atau bakteriostatik terhadap bakteri lain yang sangat erat kaitannya dengan strain penghasil. Mekanisme utama bakteriosin bervariasi, yaitu pembentukan pori dalam membran sitoplasma atau penghambatan biosintesis dinding sel dan aktivitas enzim (RNase atau DNAse) dalam sel target. Penggunaan bakteriosin dalam aplikasi probiotik, sebagai pengawet, dan yang paling menarik adalah sebagai alternatif antibiotik konvensional yang belakangan ini secara luas sedang digali dan diteliti.

Di luar negeri banyak dilakukan penelitian mengenai bakteriosin untuk aplikasi pada ternak, baik sebagai penghambat bakteri patogen pada ternak maupun foodborne pathogen, bahkan ada beberapa yang sudah dipatenkan. Sedangkan di Indonesia penelitian masih terbatas pada aplikasi bakteriosin sebagai bahan pengawet alami pada pangan, tetapi aplikasinya pada ternak belum ada. Pemanfaatan bakteriosin maupun bakteri penghasil bakteriosin pada ternak merupakan sumber daya untuk diteliti dan dikomersialisasi. Penelitian mengenai bakteriosin diperlukan untuk mengendalikan mikroba patogen maupun foodborne pathogen, meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ternak tanpa menggunakan antibiotik.
Sumber: WARTAZOA Vol. 23 No. 2 Th. 2013

Senin, April 21, 2014

Peran Peptida Susu sebagai Antimikroba untuk Meningkatkan Kesehatan

Peptida antimikroba biasanya ada pada semua spesies sebagai bagian dari pertahanan sistem kekebalan nonspesifik untuk melawan infeksi. Peptida antimikroba yang diperoleh dari susu seperti isracidin, casocidin, casecidin dan beberapa fragmen lain dengan berbagai variasi sekuen asam amino dapat dihasilkan dengan proses hidrolisis enzimatik dari protein susu К-kasein, α-kasein, β-kasein, α-laktalbumin dan β-laktoglobulin. Peptida-peptida tersebut dapat dihasilkan oleh aktivitas protease dari saluran pencernaan atau mikroba, seperti tripsin, pepsin, kimosin atau alkalase. Cara kerja peptide-peptida tersebut adalah melalui interaksi muatan positif dengan muatan negatif pada membran sel target yang mengawali kerusakan fisiologis yang berhubungan dengan membran seperti pembelahan sel atau melalui perpindahan peptida melewati membran kemudian berinteraksi dengan sitoplasma target. Modifikasi muatan atau residu alifatik nonpolar pada peptida dapat meningkatkan atau mengurangi aktivitas peptida untuk melawan sejumlah strain mikroba dan nampaknya peningkatan atau pengurangan tersebut sangat tergantung pada strain yang digunakan. Beberapa peptida tidak hanya bertindak sebagai antimikroba tetapi dapat sekaligus sebagai penghambat angiotensin-converting enzyme, antioksidan, immunomodulator dan antiinflamasi maupun untuk pengawet makanan dan pakan. Walaupun produksi secara komersial masih terkendala dengan kurangnya teknologi untuk skala besar yang sesuai, cepatnya perkembangan metode untuk produksi peptida meningkatkan kemungkinan untuk produksi secara masal.
Sumber: WARTAZOA Vol. 23 No. 2 Th. 2013


Senin, April 14, 2014

Kalopo (Calopogonium mucunoides) provenance Ciawi

Kalopo (Calopogonium mucunoides) provenance Ciawi merupakan hasil pemurnian dari C. Mucunoides provenance Malang dari tahun 2007 sampai dengan 2010. Keunggulan tanaman pakan sekaligus tanaman penutup tanah untuk perkebunan ini dibandingkan dengan provenance aslinya yang belum dimurnikan terletak pada daya kecambahnya yang dapat mencapai 85-90%. Dibandingkan dengan yang belum diseleksi daya kecambahnya antara 40-50%. Dengan demikian penggunaan benih per satuan luas bisa menghemat 50%. Selain itu hasil biji per tanaman meningkat dari 28 gram menjadi 63,6 gram sehingga bisa memberikan keuntungan bagi penangkar lebih dari 100%.
Di sektor perkebunan, penghematan dapat mencapai 50% atau penghematan sebesar Rp 500.000 per hektar.

Keterangan :
Kalopo sebagai penutup tanah di perkebunan (kiri atas); Tanaman kalopo penghasil benih (kanan atas); Benih kalopo yang sudah dimurnikan (kanan) dengan bobot per 100 butir 1,50 gram dibandingkan dengan benih kalopo yang belum murni dengan bobot per 100 butir 1,41 gram (Kiri bawah)

Kamis, April 10, 2014

Jokowi pilih seriuskan peternakan sapi dalam negeri daripada impor


Joko Widodo, menyatakan bahwa Indonesia mampu menciptakan swasembada daging sepenuhnya bergantung dari produksi dalam negeri. Oleh karena itu, Joko Widodo yang merupakan Gubernur DKI Jakarta itu ingin mengambil langkah berani untuk menghentikan impor daging sapi. "Kita harus punya keberanian untuk beralih dari konsumsi ke produksi. Selama ini kita tidak berani berproduksi karena tidak ada kemauan," ucap Joko Widodo ketika blusukan di Pasar Cipanas, Cianjur, Jawa Barta, Sabtu (29/3/2014).
Menurutnya, Indonesia tidak perlu takut kurang pasokan daging sapi karena di Nusa Tenggara ada peternakan sapi yang cukup besar. Pria yang akrab disapa Jokowi itu juga mengatakan, swasembada daging sapi dapat terwujud jika dikerjakan secara serius.
"Bukan sesuatu yang sulit," ujar Jokowi.
Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) untuk 35 perusahaan penggemukan (feedlotter). Perusahaan-perusahaan tersebut akan mendatangkan sapi pada kuartal pertama 2014 akan masuk sebanyak 130.245 ekor sapi bakalan dan 22.860 ekor sapi siap potong.
Sumber: http://www.kluget.com/nasional/jokowi-pilih-seriuskan-peternakan-sapi-dalam-negeri-daripada-impor.html