Kamis, April 09, 2015

Tepung Lerak Sebagai Pakan Aditif Gantikan Salinomisin Pada Ayam Broiler

Salah satu penyakit yang sering terjadi pada unggas yang banyak menimbulkan kerugian industri unggas dan peternak ayam adalah koksidiosis yang disebabkan oleh parasit genus Eimeria spp. Terdapat tujuh genus penyebab koksidiosis pada unggas, dan yang paling patogen adalah E. tenella. Industri unggas di US membutuhkan biaya untuk menangani koksidiosis sekitar $127 juta per tahun.

Upaya untuk mencegah koksidiosis dilakukan dengan menggunakan koksidiostat seperti salinomisin, amprolium dan dekokuinat. Penggunaan yang terus menerus dikuatirkan akan meninggalkan residu pada daging, menyebabkan resistensi koksidia terhadap antikoksidial, oleh sebab itu perlu dihentikan. Salah satu tanaman yang memiliki potensi menghambat pertumbuhan protozoa adalah Sapindus rarak (lerak) karena adanya kandungan senyawa sekunder saponin.  Saponin dilaporkan memiliki beberapa sifat biologis seperti anti karsinogenik, menstimulasi kekebalan, hemolitik, anti-inflamasi, dan menurunkan kolesterol (hipokolesteromik). Selain itu, saponin menunjukkan sifat antimikroba, terutama terhadap jamur dan protozoa, termasuk protozoa dalam rumen. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian Tepung lerak halus dengan ukuran partikel 75 µm pada level 1,25 g/kg dapat digunakan sebagai pakan aditif  dan dapat menggantikan salinomisin sebagai antikoksidia.
Sumber: JITV Volume 19 Nomor 4 Tahun 2014  (DOI: http://dx.doi.org/10.14334/jitv.v19i4.1099)

http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=47569

0 komentar:

Posting Komentar