Selasa, Februari 03, 2015

Strategi Menciptakan Pasar Spesifik

Menteri Pertanian, yang diwakili oleh Kepala Puslitbang Peternakan (Dr. Bess Tiesnamurti), telah memenuhi undangan dari Universitas Muhamadiyah Malang dalam kegiatan Musyawarah Nasional XIII Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia dengan tema “Mengabdi untuk ISMAPETI, Bersatu Membangun Negeri”. Pertemuan dilaksanakan dari tanggal 20-24 Januari 2015, seminar Nasional telah dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2015. Paparan dalam pertemuan ini sebagai key note speaker menyampaikan tentang Strategi Pemerintah dalam Peningkatan Daya Saing SDM guna Pencapaian Ketahanan Pangan Subsektor Peternakan dalam Menghadapi AEC 2015. Selain paparan Kapuslitbangnak, Ir Nuri Hidayat MSc, Prof Wahyu Widodo MS dan Masngud Oman Santoso juga tampil menyampaikan paparannya. Kapuslitbangnak menyampaikan, mahasiswa haruslah menyadari bahwa pasar bebas ASEAN telah menjadi kesepakatan masyarakat dunia yang dideklarasikan di istana Bogor pada tahun 1994. Sehingga seluruh komponen masyarakat Indonesia hendaknya dapat berperan untuk bangkit dan berjuang guna menghadapinya. Indonesia mempunyai banyak produk lokal peternakan sangat spesifik yang apabila dikelola dengan sangat baik dapat meningkatkan daya saing maupun sumber pendapatan Negara. Indonesia mempunyai ternak ayam kampung dengan cita rasa yang khas. Penciptaan pasar spesifik (niche market) merupakan strategi yang harus dilakukan. Apabila pada ternak lokal dilaksanakan pemuliabiakan, intensifikasi sistem pemeliharaan, pengolahan produk yang higienis penuh citarasa dengan peluang untuk diekspor dalam bentuk olahan siap santap, maka semua itu merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh seluruh insan peternakan di Indonesia. Demikian pula dengan sapi Bali yang merupakan rumpun sapi khas Indonesia, namun saat ini hanya dikelola di level hulu saja. Apabila sapi Bali dikelola sebagai penghasil daging secara organik, kemudian produknya diolah secara higienis maka hal tersebut akan mengulang kesuksesan Indonesia sebagai pengekspor sapi Bali pada era 1970 an. Saat ini daging sapi Bali dapat diolah dan dijadikan pangan siap saji khas Indonesia misal rendang dan diekspor. Tampaknya peluang tersebut akan meningkatkan produktivitas dan otomatis akan merangsang budidaya di sektor hulu sehingga dapat ditingkatkan.

Pertemuan ini dihadiri oleh anggota dan pengurus senat mahasiswa peternakan dari Perguruan Tinggi di Indonesia yaitu Universitas: Syiah Kuala, Sumatera Utara, Andalas, Lambung Mangkurat, Pajajaran, Diponegoro, Gajah Mada, Jenderal Sudirman, Sebelas Maret, Brawijaya, Udayana, Mataram, Pattimura, Hasanudin, Tadulako, Haluoleo, Sam Ratulangi, Muhamadiyah Malang, Mercu Buana, Gajah Putih, Univ. Nomensen dan IPB. (REP)

Informasi Lainnya: http://peternakan.litbang.pertanian.go.id

0 komentar:

Posting Komentar