Senin, Agustus 26, 2013

Energi bersih bio-gas: solusi konflik peningkatan populasi ternak dengan pencemaran lingkungan


Upaya peningkatan produksi ternak dikhawatirkan dapat mengorbankan kebersihan dan kesehatan lingkungan, karena pencemaran limbah padat (feses) dan cair (urine) ternak. Dalam kontek yang lebih luas, feses dan urine berpotensi membantu meningkatkan pemanasan global (efek rumah kaca). Namun bila dikelola dengan baik, limbah ternak dapat menghasilkan bio-gas dan pupuk organik yang sangat bermanfaat.
Bio-gas dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif terbarukan, sedangkan pupuk organik bermanfaat sebagai pembenah lahan pertanian. Ketersediaan energi alternatif terbarukan secara in-situ di pedesaan dapat mengurangi pemakaian kayu bakar, sehingga penebangan pohon dapat ditekan. Setiap petani yang memiliki 2 – 3 ekor ternak dan instalasi bio-gas dengan kapasitas digester 10 m3 dapat menghasilkan 3 – 4 m3 bio-gas per hari. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi harian rumah tangga petani.
Bagi peternakan skala menengah-besar, disamping untuk memenuhi kebutuhan energi sendiri, dengan dukungan teknologi yang lebih modern, gas methan (CH4) murni yang dihasilkan dapat digunakan untuk tujuan penggunaan yang lebih luas.Produksi bio-gas secara luas dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan, dan sumber energi terbarukan secara in-situ yang ramah lingkungan.
Sumber: Policy Brief - FKPR Badan Litbang Pertanian

0 komentar:

Posting Komentar